Posted by: ilyasafsoh.com on: September 23, 2009
ditulis ulang oleh ilyas afsoh :
Proses masuknya informasi yang berasal dari luar diri kita hingga menjadi memori yang tersimpan di bawah sadar adalah sebagai berikut.
Pertama, karena begitu banyaknya bit informasi yang diterima seseorang, ada sekitar 2.000.000 bit, maka pikiran sadar perlu melakukan filter berdasarkan kriteria berikut:
• Informasi yang paling kuat atau berpengaruh
• Informasi yang berhubungan dengan keselamatan hidup (menurut pemikiran pikiran bawah sadar) atau
• Aspek yang sejalan dengan preferensi sistem sensori anda (visual, auditori, atau kinestetik) . Kita cenderung lebih memperhatikan salah satu aspek daripada yang lainnya. Stimulus adalah informasi apa saja yang masuk melalui panca indera, atau yang dihasilkan oleh pikiran sendiri, bisa berasal dari suatu memori atau suatu skenario pemikiran.
Setelah proses saringan awal selesai dilakukan, informasi tiba di bagian otak yang dinamakan thalamus. Thalamus bertugas mengirim “bahan mentah” informasi ke bagian otak yang bertugas memproses informasi sesuai dengan komponennya, misalnya warna, kontras, gerakan, suara, dan lain sebagainya.
Satu hal menarik yaitu saat bagian otak, setelah menerima dan memproses tiap komponen informasi, mengirimnya kembali ke thalamus, ternyata informasinya telah bertambah semkitar 80% lebih banyak daripada saat pertama kali diterima. Otak ternyata telah menambahkan lebih banyak informasi daripada saat pertama kali informasi itu diterima.
Hal ini berarti 80% dari persepsi kita terhadap suatu informasi adalah hasil rekayasa kita sendiri, bukan apa informasi itu adanya. Dengan kata lain diri kitalah yang sebenarnya menentukan apa yang kita persepsikan, dan persepsi bergantung pada pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. Saat kita melihat sebuah kursi kita mengenalinya sebagai sebuah kursi karena kita telah melihat kursi sebelumnya. Jika kursi yang sama kita tunjukkan pada anak kecil, yang sebelumnya sama sekali belum pernah melihat atau tahu tentang kursi,maka anak ini besar kemungkinannya akan mencoba berbicara, mencium, menggigit, merasa, atau mencoba duduk di atasnya. Lalu, apakah sebenarnya informasi tambahan 80% ini dan dari mana datangnya ?
Semuanya berasal dari hasil pembelajaran kita mulai kecil hingga dewasa. Sejak kita lahir kita telah membangun model dunia yang kita gunakan untuk menjalani hidup kita. Model ini menentukan pemahaman kita bagaimana dunia sekitar kita berjalan dan bagaimana kita bisa menjelajahi dunia dengan aman dan selamat.
Kita menggunakan model ini sebagai peta navigasi dalam menelusuri belantara kehidupan. Saat dewasa kita merasa yakin telah berhasil membangun model dunia yang kita gunakan untuk menjalani hidup yang berhasil. Namun benarkah hal ini? Banyak orang gagal atau sulit sekali berhasil karena mereka menggunakan peta yang tidak akurat. Peta yang sudah kuno dan tidak pernah di-update.
Kita sering salah karena menganggap peta adalah realita. Albert Korzybski dengan sangat bijak menyatakan, dalam Science and Sanity, “The map is not the territory it represents”. Bandler dan Grinder, dalam The Structure of Magic (vol 1) menjelaskan dengan sangat bagus bagaimana kita mengatur pengalaman atau apa yang kita alami hingga akhirnya menjadi model dunia kita. Mereka menyebutnya dengan “universal processes of human modelling” yaitu “deletion”, “distortion”, dan “generalisation”.
Deletion adalah proses di mana filter pikiran kita “menghapus” informasi yang dirasa atau dipersepsi tidak penting atau relevan sebelum informasi itu sampai di pikiran sadar atau kita sadari. Dengan kata lain, hanya informasi yang dirasa bermanfaat atau relevan saja yang bisa masuk ke wilayah kesadaran kita.
Contohnya, saat ini, saat anda membaca artikel ini, anda pasti tidak menyadari suara halus dari kipas komputer anda. Atau anda tidak merasakan sensasi tubuh anda yang saat ini sedang duduk di kursi. Nah, baru setelah saya menyatakan hal ini maka anda sekarang menyadari sensasi (informasi) yang tadinya tidak anda sadari karena dianggap tidak penting atau relevan. Bisa anda bayangkan bagaimana repotnya kita jika semua informasi atau sensasi itu masuk ke pikiran sadar tanpa disaring terlebih dahulu? Aldus Huxley menulis dalam The Doors of Perception, “Experience has to be funnelled through the reducing valve of brain and nervous system. What comes out the end is a measly trickle of the kind of consciousness which help us to stay alive on the surface of this particular planet.”
Distortion adalah kondisi di mana kita tidak melihat sesuatu apa adanya namun lebih berdasarkan ekspektasi tertentu sehingga apa yang kita lihat akan terpengaruh sedemikian rupa agar sejalan atau sesuai dengan model dunia yang ada di pikiran kita. Contohnya begini. Pernahkah anda bertemu dengan seorang kawan dan tidak menyadari bahwa kawan anda ini baru memotong rambutnya mengikuti model terbaru? Baru setelah beberapa saat anda mulai menyadari ada yang lain dengan kawan anda ini. Dan selang beberapa saat barulah anda benar-benar sadar atau tahu bahwa model rambut kawan anda telah berubah. Dalam studi mengenai persepsi dikenal istilah Difference Threshold yaitu jumlah stimulasi minimal yang dibutuhkan sistem saraf pusat untuk mengenali perbedaan di antara dua stimuli yang berbeda – misalnya bagaimana wajah kawan anda, saat sekarang anda bertemu dengannya, dengan bagaimana wajah kawan anda berdasarkan memori anda sebelumnya.
Generalisation adalah dasar dari proses pembelajaran. Dengan generalisasi kita melakukan pencarian pola tertentu saat kita berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain.
Generalisasi bekerja dengan tiga algoritma dasar berikut:
A = B artinya hal yang satu ini sama dengan hal yang itu.
A ≠ B artinya hal yang satu ini tidak sama dengan hal yang itu.
C -> E artinya hal ini mengakibatkan terjadinya hal itu. Ini dikenal dengan hukum “Sebab-Akibat” Generalisasi sangat membantu hidup kita. Bila kita bertemu dengan pintu, maka apa yang terpasang di pintu itu, yang bentuknya bisa macam-macam, kita tahu benda itu bisa diputar atau ditekan ke bawah sehingga pintu akan terbuka. Kita tidak perlu lagi mempelajari apakah benda itu dan bagaimana cara kerjanya. Ini adalah handle pintu dan kita tahu cara kerjanya.
Namun generalisasi juga akan membuat diri kita susah jika kita tidak menyadari kelemahannya. Para psikolog melakukan eksperimen pada 100 orang. Subjek penelitian dimasukkan ke dalam suatu ruangan dan diminta untuk keluar dari ruangan ini melalui satu pintu. Semua subjek penelitian mencoba membuka pintu dengan cara memegang handle lalu mendorong atau menariknya. Pintu tidak bergerak sama sekali. Mereka menyimpulkan bahwa pintu terkunci.
Nah, pertanyaan saya pada anda, “Apa yang akan anda lakukan untuk membuka pintu ini?” Jangan meneruskanmembaca. Coba berpikir dulu. Sudah ketemu jawabannya?
Kalau masih tetap nggak nemu, ini saya kasih jawabannya.
Pintu ini dirancang dengan posisi engsel berada di sisi yang sama dengan handle pintu. Jadi, yang perlu dilakukan adalah dorong pintu di sisi satunya maka pintu pasti akan terbuka. He..he… gitu aja kok repot.
diambil dari sini :
http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=226
Posted by: ilyasafsoh.com on: Juli 22, 2009
Mas kribo, datang ke LBB BCC kemarin sore lalu ngobrol sana-sini dan ketemu dengan mewujudkan kerjasama LBB BCC dengan Juventus Indonesia. Menarik menurutku.
Oke Mas Vick kribo, saya tunggu kedatangan Juventini Surabaya di LBB BCC wiyung, dan
terima kasih sudah memasang Stiker Juventini di Kaca depan LBB BCC.
Posted by: ilyasafsoh.com on: Juli 21, 2009
dengan ketelatenan dan sedikit penerapan ilmu marketing terlarang, beserta layanan sederhana ala sales peraih World Guiness Book Record maka hasil pendaftaran siswa LBB BCC Wiyung mengalami kenaikan yang luar biasa.
Belum lagi sms ucapan terima kasih dari para alumni yang yang sukses masuk ke sekolah favorit atau negeri yang mereka inginkan.
selamat,
dan terus berkarya mencerdaskan anak negeri
Posted by: ilyasafsoh.com on: Juli 11, 2009
oleh ilyas afsoh | admin blog LBB BCC INDONESIA | 031 75 22 189
Sebelum kita berpolemik mengatakan Anak didik kita kurang kompeten, tidak cerdas, parah IQ nya, hendaknya kita lebih bijaksana menggunakan tolok ukur.
Lalu apakah kita sudah sangat jelas, apa itu acuan : ANAK DISEBUT CERDAS? Acuan Cerdas sangat ditentukan oleh
Apabila kita rujuk secara acak, Mengapa Anak kita lebih hapal pemain sepakbola dari penjuru dunia plus hapal nomor punggung di kaosnya??? padahal di sekolah tidak diajarkan.
Lalu mengapa Anak kita yang sudah sekolah, bahkan ada Les tambahan tetapi tidak juga mendapat hasil yang memuaskan??
Bergabunglah di :
LBB BCC Surabaya
di Jl. Raya Dukuh Karangan No. 1 (Depan Perum Pratama) Wiyung
Samping Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya
Telp 031 75 22 189
Kami akan menjadikan Anak Anda : Berdayaguna, Cerdas dan Cemerlang.
Salam Sukses = salam BCC
Posted by: ilyasafsoh.com on: Juni 5, 2009
kami menunggu kedatangan Anda.
Posted by: ilyasafsoh.com on: Mei 18, 2009
TRAINING 5 S Di BCC WIYUNG :
5 S meliputi :
Walaupun bukan hal baru, namun kami menyambut gembira kesungguhan Management untuk mendalami kembali pelayanan terhadap customer.
Sukses buat bcc dan siswa-siswi bcc.
Posted by: ilyasafsoh.com on: April 28, 2009
Semangat mereka terlihat dalam keseriusan mereka mengerjakan Try Out UAS 2 di Kampus LBB BCC Wiyung pada
Hari : Selasa , 28 April 2009
Jam : 07.30 – selesai
Kelas : VIII (Delapan)
++++
Semoga semangat siswa-siswi SMPN 34 Surabaya ini, menjadi awal bagi kemajuan SMPN 34 SURABAYA Pada Umumnya. Dan bagi tiap-tiap siswa pada khususnya.
Salam BCC
Berdayaguna
Cerdas
Cemerlang
Posted by: ilyasafsoh.com on: April 27, 2009
Terimakasih buat siswa-siswi SMPN 16 Surabaya yang telah menghadiri undangan Try OUT LBB BCC Wiyung.
Trimakasih juga, kamimewakili Pimpinan dan staff mengucapkan Salut “Dahsyat” atas sportifitasnya di Kampus Kami.
Nilai TRy Out bisa diambil Senin 4 Mei 2009 di Kampus BCC Wiyung Mulai jam 12.00 sd 19.00.
Salam BCC
Posted by: ilyasafsoh.com on: April 25, 2009
Pendaftaran siswa Baru LBB BCC tahun ajaran 2009/2010 telah dibuka mulai sekarang :
silahkan Kunjungi Kampus-kampus LBB BCC
dengan Mutu Terjaga,
.
Ayo menjadi Generasi Baru yang
Berdayaguna
cerdas
cemerlang
Posted by: ilyasafsoh.com on: April 23, 2009
Gratis Kamus lengkap Inggris-Indonesia / Indonesia_Inggris untuk siswa-siswi LBB BCC,.
Apabila di luar harga kamus ini di atas Rp 80.000, bahkan bisa di atas Rp 100.000, -
maka di LBB BCC, kamus tersebut kami berikan pilihan harga :
jadi,
segera daftar menjadi siswa LBB BCC,
Pendaftaran Untuk Ajaran 2009/2010 TELAH DIBUKA.
PROGRAM 2009/2010 INI BUKAN HANYA REGULER SAMPAI INTENSIF UNAS,
PROGRAM INI SAMPAI HARI-HARI UNAS.